Selamat Datang Di Blog YudiFlasheR

Menorekan apa yang kita rasakan adalah tidak mudah, merangkai kata untuk mewakili perasaan itu seperti mendaki sebuah bukit yang terjal, terkadang terpeleset, atau terantuk dan akhirnya perlu adanya energi kemauan dan kebiasan positif yang terlatih.

Senin, 23 November 2009

Apakah Meninggalkan itu Berarti Perpisahaan?

Meninggalkan bukankah itu sebuah perpisahan?
bukannya meninggakanl itu hanya bentuk awal dari pertemuan. Tapi semua diserahkan pada persepsinya masing-masing...

Tak ada jalan yang tak retak, kalau jalan itu tak pernah di lalui...
Tak pernah ada Perpisahan kalau hubungan itu didasari kasih sayang dan cinta...
Kalau memang itu adalah apa adanya...
menyadari segala kesalahan...
menyadari segala kelemahan...
dan menjadi orang yang selalu berubah...
berubah untuk perbaikan...
berubah untuk menjadi lebih baik...

Sammimase...
Afwan...
Sorry...

Kamis, 19 November 2009

Untuk Al-Salim dan Al-Mubarok Serta An-Nadzir

Seiring dengan berputarnya roda zaman maka berjalan juga waktu hingga bergulir, siang, malam, hari, bulan hingga tahun. Seiring itu pula kejadian demi kejadian menjadi peristiwa yang harus dihadapi dan harus kita rasakan pahit dan getirnya. Betapa tidak momen adalah menjadi peristiwa yang bisa menggelakan tawa, melebarkan senyum atau bahkan menguras peluh di kening bahkan cucuran air mata yang mengalir deras, sederas getirnya peristiwanya.

Anaku...Sobat Al-Mubarok Al-Salim dan An Nadzir...
hari ini peristiwa itu membuat bulir-bulir air mata itu turun sendirinya mendengar momen itu. Momen yang mungkin membuatmu sakit atau senang, tapi hati ini rasanya teriris mendengar tuturan cerita itu. Apa yang bisa ku perbuat...?

Id...Sa...dan ..Salim
Ku coba untuk menyelami apa yang menjadi empedu hidup di momen itu. tapi rasanya ku tiada sanggup untuk itu. karna diriku terlalu lemah. ada kata yang sering teruntai dan menjadi laris manakala musibah menghempas yaitu kata " SABAR". berbicara ataupun menuliskannya saja adalah hal yang paling mudah...tapi kala sabar itu harus diterapkan menjadi sebuah fatamorgana dipadang pasir atau bahkan menjadi oase.

Id...Sa...dan...Salim
Banyak sudah yang kalian berikan padaku, ku bisa merasakan besarnya pengorbanan kalian, Ku berharap ku diberikan kesempatan dan waktu untuk membalas apa yang jadi pengorbanan kalian. Kalian adalah saudara-suadaraku yang akan selalu ku ukir dalam benak ini, saudara yang lebih dari saudara sedarah. karena kalian adalah keluargaku...kalian adalah sobatku...kalian juga sebagai anak-anaku...

Id...Sa...dan Salim
Ku Yakin kalian bisa lebih baik, ku yakin kalian bisa merubah empedu kehidupan menjadi penawar getirnya hidup ini. hingga hidup ini bisa menjadi berwarna menjadi tempat gelak tawa dan penuh dengan rasa syukur.

Ida...Sa...dan Salim
Tangan ini tergetar tak mampu cepat untuk menekan tut kieyboard karna mata ini panas dan berlinang air mata, nafas ini sesak karena menahan gejolak jiwa mengenang apa yang sudah kau berikan padaku.

Jadilah apa yang harus menjadi
Jadilah apa yang harus terjadi
Baiklah apa yang harus menjadi terbaik
Id...Sa...dan Salim...Kalian Orang yang terbaik yang pernah ku kenal...
Kalian bisa....dan Kalian Insyalloh mampu...menjadi orang-orang terbaik diantara orang yang terbaik...

dari Orang yang selalu sayang dan percaya sama kalian...
I love u All...